Haruskah AI Dilarang Menggunakan Kata 'Saya'? Ini Kata Pakar
Teknologi

Haruskah AI Dilarang Menggunakan Kata 'Saya'? Ini Kata Pakar

Oct 18, 2026
2 Min Read
ALOEM.NET Team

Berdasarkan laporan terbaru dari https://www.wired.com/story/maybe-chatbots-shouldnt-get-to-say-i-or-me/, peneliti sosial kawakan dari MIT, Sherry Turkle, meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Artificial Intimacy: Who We Become When We Talk to Machines. Kalau kamu sering menggunakan kecerdasan buatan, karya ini membawa peringatan penting tentang ketergantungan manusia yang kian mendalam terhadap AI. Selama empat dekade meneliti interaksi manusia dan komputer, Turkle mengamati fenomena mengkhawatirkan di mana masyarakat mulai menganggap mesin tanpa jiwa sebagai tutor, teman, hingga pasangan intim, yang pada akhirnya mengancam empati dan nilai-nilai dasar kemanusiaan kita.



Salah satu poin krusial yang disuarakan Turkle adalah gagasan agar chatbot dilarang menggunakan kata ganti orang pertama seperti 'Aku' atau 'Saya'. Menurutnya, AI tidak memiliki kesadaran, tidak takut akan kematian atau rasa sakit, serta tidak bisa benar-benar peduli pada manusia. Ketika chatbot berpura-pura memiliki identitas diri dan emosi, kamu dan pengguna lainnya rentan terjebak dalam ilusi empati buatan. Hal ini berisiko membuat masyarakat berpaling dari hubungan dunia nyata dan memilih kenyamanan instan dari simulasi percakapan kecerdasan buatan.



Selain itu, Turkle juga mengkritik keras ketergantungan pada AI di lingkungan kerja, terutama istilah 'human in the loop'. Menurut pandangannya, istilah tersebut sering kali hanya dijadikan alibi bagi perusahaan untuk memberikan kesan bahwa kontrol manusia masih ada. Padahal dalam praktiknya, peran manusia telah terpinggirkan hanya untuk membersihkan kesalahan atau kebingungan (hallucination) yang dihasilkan AI. Keterlibatan manusia yang sangat minim ini dinilai tidak benar-benar mengubah keputusan sistem, melainkan hanya menjadi pelindung hukum bagi korporasi.



Meskipun banyak pihak berargumen bahwa chatbot dapat membantu mengatasi krisis kesepian, Turkle menegaskan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan percakapan antarmanusia yang sejati. Ketergantungan pada teknologi ini justru menutup peluang bagi kita untuk saling peduli secara nyata. Namun, ia tetap optimistis bahwa kesadaran publik akan dampak intim dari teknologi ini mulai tumbuh, sehingga kamu dan masyarakat luas bisa lebih bijak dalam menetapkan batasan interaksi dengan AI di masa depan.





Ingin dapat informasi seperti ini lagi?
Subscribe/Follow akun medsos kami:
๐ŸŒ Website: https://www.aloem.net
๐Ÿ“˜ FB: https://www.facebook.com/profile.php?id=61594742025994
๐Ÿ“ธ IG: https://www.instagram.com/aloemnetindo/
๐Ÿงต Threads: https://www.threads.com/@aloemnetindo
๐ŸŽต TikTok: https://www.tiktok.com/@aloemnet
Mau bikin atau tanya-tanya aplikasi, langsung hubungi kami:
๐Ÿ“ฑ WA: https://wa.me/6285117467597

Build Your Digital Engine

Partner with ALOEM.NET to architect the custom software foundations of your future.

Discuss Your System
Back to Blog